KREASI HANTARAN PENGANTIN

Hantaran pengantin atau yang disebut juga peningset adalah ornament penting dalam sebuah acara pernikahan. Selain karena telah menjadi tradisi, hantaran pengantin juga merupakan lambang penghormatan dan keseriusan keluarga pengantin pria kepada calon pengantin wanita. Oleh karena itulah, hantaran pengantin harus dikemas sebaik mungkin sehingga menjadi istimewa dan menimbulkan decak kagum bagi siapapun yang melihatnya. Dan bukan lagi menjadi rahasia, hantaran pengantin adalah hal yang paling ditunggu dan membuat penasaran bagi mempelai wanita dan keluarganya.

Maka bagi anda yang ingin membawa hantaran pengantin yang istimewa di hari istimewa, anda dapat menghubungi saya di 081803176623.  Tarif yang ditawarkan sangat bervariasi, mulai Rp. 15.000,00 sampai Rp. 30.000,00 per kemasan.

Berikut contoh-contoh model koleksi saya:

JARIK

oleh Ily Fs

Kau masih diam seperti hari kemaren. Di tempat yang sama, dalam keadaan yang sama, dengan sorot mata yang sama, dan raut wajah yang sama pula. Tak kau pedulikan baju dan sarungmu yang basah karena menempel pada alas tikar yang terembesi tanah lembab di bawahnya. Sejak siang tadi gerimis memang tak kunjung berhenti. Seperti gerimis di hatimu. Mendungpun masih kelabu sekelabu rambut uban di kepalamu, sesuram wajah tuamu. Hujan yang semalaman tak tertidur masih meninggalkan dingin yang beku. Kau masih saja diam. Dalam duduk pasrahmu, dalam gigil tubuhmu, bersama sesak dadamu, dan sehelai jarik di pangkuanmu. Jarik yang membuatmu terpaku di sudut itu. Jarik yang baru kemaren kau dapat dari sumbangan para relawan gempa yang mengunjungi desa, jarik yang tak biasa, jarik yang telah kau kenal lama. Jarik yang tak pernah kau lupa sehelai benangnyapun. Jarik batik yang dulu indah dan kini telah kian kusam termakan waktu. Seperti juga dirimu.

Banyak hal yang telah terlupa olehmu. Kau tahu, usiamu yang sudah setengah abad itu pantaslah bila sudah mulai letih mengingat semua kenangan masa lalu. Tapi untuk hal yang terlalu berharga bagimu, kau takkan lupa, seperti halnya tentang jarik itu. Ia lebih berharga dari hidupmu, ia lebih dari segala yang kau lebihkan dalam hidupmu. Karena semuanya berawal dari situ. Continue reading

BULAN SAMAR DI LANGIT JOGJA

oleh Ily Fs.

Sebuah senyum rekah di bibir gadis itu. Ia menghela nafas seraya menyandarkan tubuh kurusnya pada sebatang kayu yang menyangga langit-langit kamar. Seketika tarikan wajahnya merenggang, seakan puluhan benang kusut di pikirannya terurai lurus seketika. Ia memejamkan mata, binar-binar di raut mukanya kian purna kala sebentuk wajah  hadir di lamunannya.

Yah, badai itu akhirnya tinggal riak kecil saja. Dan sebuah kebahagiaan yang ditunggu-tunggunya kian dekat. Tinggal menunggu jam, menghitung menit dan detik yang sangat tidak berarti dibanding hari-hari penantiannya selama ini. Dan sesuatu yang ditunggunya itulah yang akan merombak total kehidupannya, sesuatu yang pernah bahkan sering dan selalu didambakannya sebagai seorang wanita. Semuanya tidak lagi hanya angan, sebuah SMS dalam inbox HP di genggamannya adalah bukti semua itu.

Tiba-tiba gadis itu membuka mata dan menegakkan kembali posisi duduknya, ia  mengaktifkan HP dan mencari sesuatu di antara deretan nama dalam inbox. Ia ingin membaca sekali lagi SMS yang terakhir diterimanya. SMS dari sebuah nama yang mendominasi isi HPnya. Continue reading

AKHIR TERAKHIR

oleh Ily Fs.

Setetes lagi air mata itu merembesi matanya yang kadang mendelik di antara lipatan-lipatan wajahnya. Tetes itu mengalir, lantas menetap di satu cekungan hingga mengering, walau tak pernah kering, karena satu, satu, air itu terus gugur, berburai, menanti detik-detik akhir yang maha pedih.

Satu hitungan detik laksana sebuah abad yang merangkak. Duhai, betapa ia sudah tidak tahan untuk segera mengakhiri saat-saat akhir ini. Sakaratul maut. Hal yang sepanjang hidup selalu ia khayalkan dengan ketakutan, kekhawatiran dan tanda tanya, ia kah yang di depan matanya kini?

Ada sesuatu yang tertarik dari ujung jemari kakinya. Sakitnya…., ah, tak terkata. Tapak kaki tuanya yang rapuh itulah dulu yang menapaki entah berapa ribu kilo hamparan jalan di muka bumi ini untuk menghidupi anak keturunannya. Tapak kaki yang sudah tertusuk jutaan duri dan tergores kerikil-kerikil tajam kehidupan yang tak berbilang. Dan kaki dengan ketegarannya itu kini telah lumpuh, urat-uratnya tak lagi teraliri darah, tulang belulangnya tak lagi berdaya, beku, mati. Continue reading

Separuh Hati Untuk Cinta

oleh Ily Fs.

Aku tidak pernah menyangka sedikitpun jika di suatu hari akan duduk berdampingan sedekat ini dengan pria yang kini berada di sampingku. Pria berkaca mata yang selama empat hari telah menciptakan sebuah warna asing yang indah di hatiku. Aku tahu, hatiku telah tertawan pada bening matanya, pada senyumnya yang telah mulai kurindukan bila tiada, pada sosoknya yang sebenarnya tak ku kenal sama sekali sebelum aku berangkat ke negeri orang Melayu ini.

“Rena, aku tahu ini tidak pantas terjadi. Toh aku sudah mendengar semuanya darimu. Semua yang kurasakan ini tidak mungkin kuteruskan. Maafkan aku.”

“Maaf? Atas apa?”

“Atas segalanya yang seharusnya tak pernah ada.” Continue reading